Belajar jadi Diriku Yang Lebih sadar
Hari ini aku menyoba untuk jujur dengan diriku sendiri. Bukan soal pencapaian yang besar tapi hal-hal kecil yang sering aku lewatin begitu saja. Aku sadar beberapa hari terakhir pikiranku gampang banget kacau, seperti ada banyak suara dalam kepala yang minta diperhatikan bersamaan. Padahal, kalo di pikir-pikir, yang aku butuhin cuma berhenti sebentar dan ngecek apa yang sebenarnya sedang aku rasakan.
Ada satu momen yang bikin aku berhenti dahulu; Aku sering terlalu keras sama diriku sendiri. Aku sering nuntun semuanya harus cepat, harus benar, harus sempurna.Tapi pas aku Refleksi, aku sadar bahwa tekanan ini justru bikin aku mundur bukan maju. Mungkin yang aku butuhkan ini bukan ngebut, tapi Tumbuh pelan-pelan dengan sadar.
Aku juga mulai memahami satu hal; kita gak pantas diperlakukan gak adil, bahkan sama diri sendiri. Kita manusia, penuh luka dan proses. Kalau kertas yang tipis saja bisa robek kalau dipaksa, gimana dengan hati yang tiap hari harus menahan macam-macam?
Hidup yang runyam itu bukan tanda kita gagal, tapi tanda kita masih terus berjalan.
Gak apa kalau hidupmu gak sempurna.
Gak apa kalau hari ini kamu cuma bertahan.
Gak apa kalau kamu belum jadi versi terbaikmu.
Yang penting kamu masih mau coba, meski pelan. Kamu lebih kuat dari yang kamu kira, bahkan ketika kamu ngerasa rapuh.
Dan aku juga selalu ingat lirik dari laguku sendiri:
"Bagaikan senja yang terus bersinar menerangi hari-harimu yang tersisa." kita bagaikan senja
Meski kadang meredup, tetap punya caranya sendiri buat menerangi dunia.
Juga satu lagi yang selalu menempel di kepala:
"Tak akan apa bila hidupmu tak sempurna, tak masalah bila keadaan membuatmu terluka. Pada kenyataan nya, kau sekuat baja tak mampu terluka."
Bukan berarti kamu gaboleh sakit, tapi kadang kekuatan itu muncul justru setelah luka-luka itu kamu rawat sendiri tanpa banyak orang tahu.
Dan kalau suatu hari kamu butuh teman cerita
Tempat aman buat ngomong jujur tanpa takut dihakimi
@speakminded.id ada buat itu. Akan ada banyak program baik ke depannya buat nemenin perjalananmu. Karena pada akhirnya, cerita kamu itu penting. Your story matters
Kadang keberanian itu cuma tentang mau bangun lagi, meski hati masih gemetar.
Comments
Post a Comment